Jumat, 26 Oktober 2018

Anak Bermain di Luar Rumah: Asyik dan Menegangkan. Yuk, Simak Manfaatnya

Bismillah





Apakah Anda termasuk orang tua yang khawatir anak akan kotor jika bermain di luar rumah? Apakah kata "jangan" yang sering diucapkan pada anak?

"Nak, jangan bermain pasir nanti bajunya kotor!"

"Nak, jangan memanjat pohon, nanti jatuh!"

"Nak, jangan berlari, nanti tersandung!"

Nah, padahal kita bisa menggunakan kata lain untuk membangkitkan percaya diri anak. Biarkan anak bereksplorasi dan berlatih memecahkan masalahnya sendiri. Hal itu akan membuat pengalaman yang dilakukan dapat menjadi pelajaran yang berharga baginya.

Anak yang memilih bermain di dalam rumah, tentu berbeda dengan anak yang mau bermain di luar rumah. Yuk, simak manfaat anak bermain di luar rumah berikut ini

1. Anak lebih berani
Anak-anak memang berbeda dengan orang dewasa. Dalam melakukan sesuatu anak tidak memiliki rasa takut, apalagi anak yang aktif. Mereka merasa apa yang dilakukan tidak akan ada risikonya.  Hal ini juga terjadi saat anak sedang bermain di luar rumah. Anak lebih berani dan bergerak bebas.  Misalnya anak melakukan aktivitas memanjat pohon, berlari kejar-kejaran, belajar naik sepeda, dan lain-lain. Namun, jangan sampai keberanian anak menjadi petaka. Orang tua perlu mengawasi anak agar hal berbahaya tidak terjadi. Orang tua harus waspada.





2. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis
Ketika anak bermain di luar rumah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Apa yang diperhatikan di sekitarnya mebuat anak ingin tahu banyak hal. Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan membuat anak menjadi kritis. Anak memiliki pemikiran yang bebas, penuh inisiatif, dan berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. 




3. Meningkatkan kemampuan sosial
Anak yang tidak mau bermain di luar rumah cenderung tertutup. Nah, dengan mengajak anak bermain di luar rumah, bertemu dengan orang lain, baik teman usia sebaya maupun bertemu dengan orang yang beragam usianya dapat meningkatkan kemampuan sosial. Anak akan berlatih untuk berinteraksi dengan orang lain. Anak akan mengenal orang lain dengan cara menyapa, bercerita, bertanya, atau bermain bersama. Anak lebih mudah membaur, meski belum kenal. 




4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Saat orang tua membiarkan anak bermain di luar rumah tentu bukan tanpa risiko. Anak perlu pengawasan orang tua, terutama anak balita. Anak usia balita belum mengerti hal apa saja yang membahayakan ketika bermain di luar rumah. Meski demikian, manfaatnya sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak. Misalnya anak melakukan aktivitas berjalan, melompat, berlari, dan bermain pasir. Kemungkinan anak akan bertemu dengan bakteri, namun jangan khawatir hal itu justru dapat membuat kekebalan tubuh anak meningkat. Zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh anak akan mudah dikenali dan pertahanan semakin lebih baik. 





5. Menemukan kebahagiaan
Apa yang membuat anak tersenyum bahagia? Coba perhatikan, ketika anak diperbolehkan bermain di luar rumah, ekspresi bahagia terpancar di wajahnya. Tidak masalah bermain kotor, seprti bermain pasir. Biarkan anak menikmati sepuasnya, setelah itu baru dibersihkan.






Nah, ternyata selain asyik, anak bermain di luar rumah juga banyak manfaatnya. Dengan mengetahui manfaatnya, orang tua tentu akan memperbolehkan anaknya bermain di luar rumah. Yuk, biarkan anak menemukan kebahagiaannya, meski kadang kita harus repot mengawasinya saat bermain di luar menikmati alam sekitar. 




'Postingan ini diikutsertakan dala One Day One Post bersama Estrilook Comunity'
#Day14





Kamis, 25 Oktober 2018

3 Tips Mengembalikan Keceriaan Anak setelah Demam

Bismillah


Foto: Koleksi Pribadi



Seorang ibu akan terlihat sedih saat buah hatinya terserang demam. Bagaimana mungkin tidak sedih? Biasanya ibu melihat anaknya bermain ceria, tidak mau diam. Sampai-sampai rumah seperti kapal pecah. Semua mainan dikeluarkan dan berserakan, si anak tidak merasa bersalah, malah senang dan ceria. Seringkali sang ibu mengomel karena perilaku anaknya. Sementara saat demam, anak menjadi pendiam dan tidak mau makan, beramain juga tidak seperti biasanya. Gantian deh si Ibu yang kelabakan. Berbagai cara dilakukan agar anaknya kembali ceria. 


Demam sering menyerang pada anak-anak. Jika hal itu terjadi, segera beri perhatian untuk buah hati. perhatikan tanda-tandanya, apakah itu demam biasa atau demam yang perlu penanganan khusus. seorang ibu tentu tidak ingin anaknya sakit. Segera beri obat atau periksa ke dokter agar buah hati lekas sehat. 


Saat anak demam, pertama kali yang  diperhatikan adalah apakah demam yang terjadi pada anak tersebut disertai flu atau batuk? Demam yang diakibatkan karena flu atau batuk merupakan demam biasa, meski demikian jangan diremehkan. Demam juga bisa diakibatkan karena anak terlalu capek bermain atau setelah pergi dari perjalanan jauh. Jika demikian, anak perlu istirahat yang cukup. Selain itu, berikan obat dan suplemen tambahan agar kekebalan tubuhnya segera meningkat.  

Setelah demam sudah sembuh, tetapi anak masih terlihat kurang bersemangat dan lemas, saatnya sang ibu untuk membantu mengembalikan keceriaannya. Nah, apa saja yang harus dilakukan? Simak tips berikut.

1. Belikan Makanan Kesukaan
Saat demam mulut terasa pahit. Makanan yang enak pun menjadi hambar. Nah, ketika demam sudah sembuh, tetapi si anak masih tidak selera dengan menu yang kita hidangkan. Maka segera cari cara agar anak mau makan. Saya biasanya menanyakan anak inginnya makan apa, saya buatkan atau saya carikan sesuai yang dia minta. Kemarin anak saya demam karena kecapekan. Dia minta roti donat yang ada coklatnya. Saya belikan apa yang diminta. Alhamdulillah, anak lebih berselera untuk makan.



Foto: Merdeka.com



2. Belikan Mainan 
Seorang ibu tidak akan tahan melihat buah hatinya lesu. Demam membuat anak kehilangan keceriaan. Bahkan ketika sudah normal suhu tubuhnya, tidak panas lagi, anak belum semangat bermain. Nah, belikan mainan yang disukai agar senyumnya mengembang dan kembali ceria. seperti yang saya lakukan kemarin ketika Alfath sudah tidak demam. Saya membelikan mainan mobil-mobilan. Alhamdulillah, cepat ceria.



Foto: Koleksi Pribadi


3. Ajak Jalan-Jalan atau Liburan ke Tempat yang Menyenangkan
Ada banyak cara untuk bisa mengembalikan keceriaan anak setelah demam berlalu. salah satunya adalah mengajak anak jalan-jalan ke tempat yang disukai. Jika memang kondisinya belum sepenuhnya fit, alangkah baiknya untuk memilih tempat yang nyaman dan tidak membuat anak kecapekan. Hal ini untuk mencegah demam datang lagi, karena masih dalam tahap pemulihan. Kedua anak saya paling senang kalau diajak main game ke Mall. Meskipun kalau saya pribadi lebih senang jalan-jalan menikmati alam, tapi demi menyenangkan buah hati, sesekali menemani mereka main game tidak masalah.


Foto: Koleksi Pribadi


Nah, demikian 3 tips mengembalikan keceriaan anak setelah demam. Semoga buah hati segera ceria kembali. Keceriaan anak adalah kebahagiaan orang tua. Ciptakan suasana yang nyaman dan bahagia untuk tumbuh kembang buah hati tercinta.



'Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Comunity'
#Day13

Rabu, 24 Oktober 2018

7 Tips Gaya Hidup Sehat, Ala Bunda Sophia

Bismillah

Foto: pixel.com

Siapa sih yang tidak ingin sehat? Tubuh yang sehat merupakan anugerah yang patut kita syukuri. Bayangkan saja, saat bagian tubuh kita ada yang sakit. Misalnya saat seseorang menderita sariawan, rasanya otak juga turut melemah, aktivitas pun akan terganggu. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan. Tidur terasa tidak nyenyak, makan dengan lauk yang spesial pun terasa tidak enak. Oleh karena itu, tubuh sehat menjadi dambaan setiap orang.


Ada banyak cara hidup sehat yang mudah dilakukan. Hanya saja untuk konsisten dalam melaksanakan yang masih sulit. Ketika menuliskan tips gaya hidup sehat memang mudah, tetapi untuk menjalaninya saya juga selalu meluruskan niat agar bisa istiqomah. Yuk, simak tips gaya hidup sehat ala Bunda Sophia berikut.

1. Perbanyak Istighfar dan Shalawat


Istighfar merupakan ucapan memohon ampun kepada Allah Swt. Manusia seringkali salah dan lupa. Dengan beristighfar, semoga Allah mengampuni semua dosa, baik yang sengaja maupun yang tidak sengaja dilakukan. Dengan beristighfar membuat hati menjadi tenang. Ketenangan yang dirasakan membuat tubuh selalu sehat.

Misal, saya geram melihat polah anak yang sedang berulah mencari perhatian. Daripada emosi  marah-marah, lebih baik perbanyak istighfar. Hati menjadi tenang dan pertolongan Alloh juga datang. 

Shalawat merupakan permohonan doa keselamatan dan keberkahan untuk Nabi Muhammad Saw. Bershalawat termasuk amalan yang ringan tetapi memiliki keutamaan dan pahala yang besar. Dengan mengamalkan sholawat dapat melancarkan rezeki dan membuka pintu solusi. Rezeki yang harus disyukuri adalah nikmat tubuh sehat dan bugar.

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Al-Ahzab:56)

2. Konsumsi Makanan Sehat dan Bergizi
Pola hidup sehat memang harus didasari dari kesadaran untuk menjaga kesehatan tubuh. Makanan yang sehat dan bergizi merupakan salah satu cara menjaga agar hidup sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Makanan olahan sendri atau Homemade lebih higienis dan lebih disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet, terutama pengawet yang dapat membahayakan tubuh dan tumbuh kembang anak. Dengan memperhatikan makanan yang sehat dan bergizi, tubuh sehat dan ceria dalam menjalani hari.


3. Konsumsi Air putih
Air putih sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Jika kekurangan cairan, maka tubuh akan terasa lesu dan mudah capek. Air putih dapat mengeluarkan toksin atau racun dalam tubuh. Selain itu, banyak minum air putih  dapat menurunkan berat badan, meredakan sakit kepala, menghindari batu ginjal, dan sangat baik untuk pencernaan.  Selain air putih, saya juga membuat infuse water dari buah-buahan. Banyak mengonsumsi air putih dan infuse water, hidup sehat dan lebih bersemangat menjalani hari.

4. Konsumsi Buah-buahan
Buah-buahan sangat baik untuk tubuh, terutama buah yang mengandung vitamin dan serat. Buah yang dikonsumsi tdak harus yang mahal. Saya dan keluarga suka buah pepaya. Buah tersebut selain murah juga manfaatnya luar biasa.  Buah yang segar, seperti semangka juga baik untuk kesehatan. Jika ingin sehat, konsumsilah buah-buahan sebagai asupan akanan untuk tubuh.

5. Berpikir Positif
Dalam menghadapi kehidupan tentu akan mendapatkan ujian, tantangan, atau bahkan ejekan dan perilaku yang tidak mendukung lainnya. Tetaplah berpikir positif. Dengan  berdoa dan berusaha, insyaallah akan ada solusi di setiap permasalahan. Dengan berpikir positif, maka otak tidak terbebani dengan kekurangan yang dimiliki.  Berpikir positif membutuhkan latihan yang terus menerus, belajar dari siapapun. Selalu berpikir positif dan menghilangka prasangka buruk merupakan salah satu usaha agar tetap sehat dan ceria. 


6. Kembangkan Kreativitas
Setiap orang memiliki bakat. Kembangkan kreativitas dan gapai mimpi dengan sungguh-sungguh. Jika seseorang melakukan sesuatu yang disukai, maka energi positif akan mengikuti. Keceriaan dan kesehatan tubuh akan terjaga. Jangan berputus asa dan menyerah, usaha tidak akan menghianati hasil. Selalu ada pertolongan Allah bagi siapapun yang gigih dalam usahanya.


7. Bersyukur
Bersyukur terhadap aapa yang kita jalani merupakan salah satu cara untuk memperoleh hidup sehat. Berapapun rezeki yang diberikan oleh Allah Swt. selalu disyukuri dan jangan lupa sebagian rezeki untuk disedekahkan. Semoga dengan bersyukur dan berbagi, hati mendapatkan ketenangan dan diberi kesehatan. 


Bismillah, semoga selalu diberi kesehatan dan keberkahan dalam hidup. Yuk, jalani hidup sehat dengan menjalankan tips tersebut.


'Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Comunity'
#Day12

Selasa, 23 Oktober 2018

Pentingkah Sarapan Pagi? Yuk, Siapkah Sarapan untuk Buah Hati

Bismillah


Foto: Pixel.com

Apakah Anda sering melewatkan sarapan di pagi hari? Sarapan sangat penting bagi tubuh. Tubuh membutuhkan asupan makanan yang bernutrisi agar tumbuh semangat untuk memulai aktivitas sehari-hari. Apalagi setelah tidur cukup panjang di malam hari, tubuh sangat membutuhkan asupan karbohidrat dan protein. 


Sebelum berangkat sekolah, biasakan anak untuk sarapan terlebih dahulu. Anak yang sarapan memiliki energi untuk belajar, sebaliknya anak yang tidak sarapan cenderung lemas dan kurang bersemangat dalam menerima pelajaran. Meski demikian, sarapan tidak dianjurkan berlebihan atau sampai kekenyangan. Hal itu akan mengakibatkan anak mudah mengantuk sehingga tidak bisa konsentrasi dalam belajar. Dengan sarapan secukupnya, tubuh akan memiliki energi dan metabolisme tubuh cenderung lebih stabil.


Nah, mengingat pentingnya sarapan, maka peran ibu untuk membiasakan anaknya sarapan merupakan tugas utama. Saya selalu berusaha menyiapkan sarapan anak-anak  sebelum mereka berangkat sekolah. Menu yang saya siapkan cukup sederhana. Menu sarapan kesukaan kedua anak saya diantaranya adalah sebagai berikut
1. Sayur Sop (Brokoli, jagung, bakso, dan kentang)

Brokoli merupakan sayuran yang kaya akan serat. Brokoli sangat baik dikonsumsi anak karena mengandung kadar kalsium yang tinggi. Sayur brokoli sangat penting untuk kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis. Sementara jagung dan kentang sebagai campuran merupakan karbohidrat yang dapat memberikan energi bagi tubuh. Kedua anak saya suka makan nasi dengan sayur yang berkuah. Berhubung tidak suka pedas, ketika membuat sop, saya tidak menggunakan merica. Cukup bumbu "plung-plung", yaitu bawang merah iris dan tambahkan garam secukupnya dan sedikit gula. Iris loncang dan seledri untuk membuat sayur harum. Kemudian jika ada taburkan bawang goreng. 

2. Sayur Bayam dan wortel
Bayam mengandung protein yang tinggi. Kandungan mineral seperti asam folat, vitamin A, kalsium dan zat besi yang dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit. selain itu protein yang terkandung dalam bayam juga dapat melancarkan pencernaan dan meningkatkan metabolisme tubuh. Saya memasak sayur bayam dengan memberikan campuran wortel. Wortel mengandung vitain A yang dapat menjaga kesehatan mata, pertumbuhan, perkembangan, dan untuk kekebalan tubuh.

3. Soto
Menu soto sering saya berikan kepada anak ketika saya kehabisan bahan di kulkas atau sudah kesiangan. Biasanya saya membeli soto di dekat rumah sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama dibandingkan harus mengolah terlebih dahulu. Menu soto untuk sarapan juga menjadi menu andalan keluarga kami. 

4. Roti 
Kadang jika sedang kurang selera makan atau terburu-buru, anak saya memakan roti untuk sarapan. Roti yang mengandung karbohidrat dapat memberikan energi untuk anak sebelum berangkat sekolah. akan tetapi, saya sering menyediakan nasi dan sayur sebagai hidangan sarapan.

Nah, jangan menyepelekan sarapan karena  sangat penting bagi tubuh. Jika tidak sempat makan di rumah, kita bisa menyiapkannya sebagai bekal untuk dimakan dalam perjalanan atau saat sampai di sekolah. Tentu kita ingin anak tumbuh sehat, bukan? Yuk, sayangi buah hati kita dengan menyiapkan sarapan. Jangan lupa sarapan ya.




'Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Comunity'
#Day11

Senin, 22 Oktober 2018

Anakku, Ibu Ingin Engkau Jadi Santri

Bismillah


Foto: pixel.com

"Waah, Mas Nuha pintar ya, Bu. Putranya sudah mau berpisah dengan orang tua, menuntut ilmu di pondok pesantren ya?"  
"Iya, Bu Sofie. Alhamdulillah, doakan betah ya," ungkapnya penuh semangat.


Saya jadi terharu saat mendengar kabar putra seorang kawan yang tinggal di Sumatra, putranya mau sekolah di Jawa dan tinggal di pondok. Ada rasa yang tidak bisa saya ungkapkan, tentu bukan hal yang mudah. Selama ini mereka tinggal serumah, melakukan banyak hal bersama-sama, tapi demi untuk masa depan putranya. Mereka merelakan anaknya pergi untuk berjuang  memnuntut ilmu. Saya berharap anak saya juga mau sekolah di pondok. 


Sebagai orang tua, tentu mengharapkan buah hatinya bisa mendapatkan pembelajaran yang baik dalam hidupnya. Pembelajaran itu bisa didapatkan melalui sekolah formal maupun sekolah nonformal. Apalagi tantangan zaman yang sudah kian mengkhawatirkan. Pengaruh yang baik dan yang buruk, menggganggu siapa pun, tak terkecuali santri. Ada orang tua yang sudah bisa mengikhlaskan buah hatinya untuk menimba ilmu di pesantren sejak dini. Mereka rela berpisah dengan anaknya untuk tinggal di asrama.


Belajar di pondok mendapatkan pelajaran tentang kehidupan. Tidak hanya pintar mengaji dan pelajaran agama saja, para santri dapat belajar tentang banyak hal. Hal yang membuat saya ingin anak saya sekolah di pondok adalah terbentuknya karakter yang baik, di antaranya yaitu:
1. Mandiri

Ketika berada di rumah bersama orang tuanya, kemandirian anak belum terbentuk. Anak masih sering meminta bantuan orang tua atau saudaranya, meskipun itu hal sederhana. Nah, ketika sudah berada di pondok, anak menjadi lebih mandiri. Banyak hal bisa dikerjakan sendiri, tanpa "ngalem" minta disiapkan keperluannya.

2. Berbagi
Ketika sudah di pondok, anak akan lebih peduli dengan sekelilingnya. Padahal saat di rumah, anak kadang tidak mau berbagi dengan saudaranya sendiri. Egonya masih sering dituruti, kadang hal sepele jadi rebutan dan pertengkaran. Nah, ketika sudah tinggal di asrama menjadi lebih bijaksana. Kadang bertukar pakaian, kadang berbagi makanan, sepiring untuk kembulan.


3. Sabar
Seorang anak ketika tinggal di asrama akan terbentuk karakter sabar. Tidak hanya saat belajar agar diberi kepahaman, tetapi dalam kehidupan sehari-hari pun juga harus sabar dalam menjalaninya. misalnya mau mandi harus antre terlebih dahulu, mau makan juga menunggu antrean, dan lain sebagainya.


Saat saya bertanya kepada Adham, anak saya yang pertama tentang sekolah pesantren, Ia belum bersedia. Padahal keinginan kami adalah anak saya bisa belajar tentang ilmu kehidupan di pondok, tetapi saya tidak mau memaksa. Hanya doa yang saya sertakan dalam sujudku, semoga selalu dalam petunjuk Allah Swt.

Teringat ungkapan K.H Mustofa Bisri (Gus Mus) tentang santri,

"Santri bukan yang mondok saja, tetapi siapapun yang berakhlak seperti santri, adalah santri"

Mungkin anak saya belum siap belajar di pondok. Kapan pun engkau siap berjuang menuntut ilmu, ibu selalu mendukung dan meridhoi langkahmu. 

Semoga generasi muda di era milenial yang penuh tantangan ini, memiliki akhlak santri dan menjadi generasi Rabbani. Semoga anak-anak saya memiliki akhlak seperti santri, meski saat ini belum bersedia untuk belajar  di pondok pesantren.

Selamat hari santri.



"Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Komunity"
#Day 10


Minggu, 21 Oktober 2018

Anak Anda Suka Buah Pepaya? 3 Manfaatnya Sungguh Luar Biasa

Bismillah

Foto: pixel.com


Alfath membuka kulkas

"Bu, aku mau ini, tolong kupaskan ya!" teriak Alfath dari dapur.

"Ya, tunggu sebentar," 

"Alfath boleh bantu buang bijinya ya, Bu." 

"Ok" ucapku sambil tersenyum. 
Anak-anak saya memang suka makan buah pepaya. Tapi untuk mengupasnya, saya belum memperbolehkan. Apalagi Alfath, ia masih terlalu kecil untuk memegang pisau. Tapi suatu saat saya akan mengajarkannya. 

****


Apakah anak Anda suka makan buah pepaya? Anak saya, Adham dan Alfath sangat suka makan buah pepaya. setiap kali mengupas buah pepaya, tidak berapa lama setelah dipotong kcil-kecil langsung habis tak bersisa. 

Buah pepaya memiliki manfat yang banyak bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya murah dan enak, buah pepaya mengadung mineral dan vitamin. Buah tersebut selalu ada dan mudah didapatkan, tidak seperti buah yang lainnya, seperti mangga yang hanya ada di setiap musimnya saja.

Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan asupan nutrisi yang baik. Saya selalu membeli buah pepaya untuk memenuhi asupan nutrisi keluarga. Buah pepaya banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan tubuh, baik untuk anak maupun untuk orang dewasa. Kali ini saya akan membahas tiga manfaat buah pepaya bagi kesehatan anak.


Manfaat buah pepaya bagi anak adalah sebagai berikut
1. Mengandung nutrisi
Buah pepaya mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu vitamin A. Kandungan yang ada di dalamnya dapat menyehatkan mata. Vitamin A dibutuhkan oleh kesehatan kornea dan dapat menghasilkan kelembapan pada mata. Mata anak akan jernih dan sehat.


2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Dengan mengonsumsi buah pepaya, sistem kekebalan tubuh pada anak akan terjaga dengan baik. Anak akan terhindar dari berbagai penyakit. Terutama penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti batuk dan flu. Vitamin A, C, dan E dalam pepaya bisa membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh.


3. Memperlancar pencernaan
Buah pepaya mengandung enzim yang membuat protein lebih mudah dicerna. Dengan mengonsumsi buah pepaya, kita dapat mencegah perut kembung. Nah, jika anak Anda sulit buang air besar, maka buah pepaya bisa dijadikan sebagai obat untuk mengatasi permasalahan tersebut. insyaAllah, atas izin Allah pencernaan akan lancar.


Bagaimana jika anak tidak suka buah pepaya? Cobalah menyajikannya dengan cara yang menarik, misalnya dibuat sate buah.  Anak kita ajak untuk membuat sate dari buah-buahan, kemudian ajaklah untuk memakan buah-buahan tesebut. Yuk, konsumsi buah pepaya supaya kekebalan tubuh terus tejaga. Selamat makan sate buah pepaya.



'Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Comunity"
#Day 9

Sabtu, 20 Oktober 2018

Hobi Menulis dan Blogwalking, Bikin Tubuh Jadi Langsing

Bismillah


Foto: Pixcel.com

Blogwalking atau sering disebut dengan istilah BW merupakan kegiatan yang dilakukan oleh blogger dengan cara mengunjungi blog lain. Biasanya setelah mengunjungi blok lain, banyak ide bermunculan sehingga menggerakkan otak untuk menulis apa yang ada dalam pikiran. Kok bisa sih hobi menulis dan blogwalking, bikin tubuh jadi langsing. Senang dong, tidak perlu diet ketat dan menyiksa diri. Hehehe...


Sebagai seorang Ibu yang mempunyai kegiatan padat merayap, kerjaan nggak kelar-kelar hingga larut malam. Kalau dituruti, ada saja yang harus dilakukan, belum lagi anak dan suami juga membutuhkan perhatian. Seperti yang saya rasakan. Maka seorang Ibu harus bijak dalam mengatur waktu. 


Nah, bagaimana caranya mengatur waktu agar bisa menulis dan blogwalking?

Biasanya saya menulis dan blogwalking mencari waktu disela-sela kesibukan, sempatkan untuk menulis dan blogwalking. Curi-curi kesempatan,  tapi pekerjaan tetap kelar. Ups, jangan curi-curi lah, tapi cari-cari kesempatan alias memanfaatkan waktu. Cari kesempatan yang tepat untuk berselancar, bermain mengunjungi blog lain untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan. Kadang saya melakukannya pada malam hari, setelah anak-anak tidur. Kadang sambil masak; Goreng tempe sambil pegang hape. Awalnya hanya main ke satu blog, kemudian melihat judul blog lain yang menarik, lanjut lagi kunjungan, ada yang menarik lagi, kunjungi lagi. Setelah itu, biasanya berlanjut ingin menulis karena menemukan ide. Awalnya hanya iseng, akhirnya menulis dan blogwalking menjadi hobi. Nah, kembali ke pertanyaan, menulis dan BW kok bisa bikin tubuh langsing?

1. Ngemil hilang, bikin lemak berkurang
Ternyata kegiatan menulis dan BW bisa mengalihkan hobi ngemil jadi berkurang atau malah hilang. Hal yang dilakukan disela-sela waktu luang bukan lagi ngemil, melainkan asik menulis dan berkunjung melakukan perjalanan yang menyenangkan. Perjalanan kali ini bukan dengan jalan kaki atau jalan cepat yang bisa membakar kalori. Lah, terus bagaimana? Padahal kalau BW itu lebih banyak diam di tempat. Biasanya yang bergerak mata dan tangan. Mata bergerak ke kanan dan ke kiri untuk membaca dan tangan (jari) bergerak mengoperasikan gawai atau komputer. Sebelum mulai menulis, biasanya saya membuat secangkir teh atau kopi. Kira-kira bikin langsing beneran nggak ya? Asik BW, ngemil jadi hilang, berat badan berkurang.


2. Olahraga otak, bikin tubuh tidak bengkak
Menulis dan blogwalking merupakan olahraga atau senam otak dan bisa membakar kalori. Efek yang dihasilkan dari kunjungan tersebut berpengaruh pada kerja otak. Hal itu yang saya rasakan. Setelah BW, ada energi yang bisa membuat semangat untuk menulis. Banyak ide berhamburan. Berpikir juga membutuhkan energi, tapi karena sibuk dan harus menyelesaikan tulisan membuat kehilangan selera makan. Namun, saya menyadari kalau tidak makan, maka bisa saja sakit akan menyerang tubuh. Oleh karena itu, saya  tetap makan, tapi secukupnya. Kemudian lanjut menulis lagi, berselancar lagi. Nah, bisa membayangkan atau mengalami hal yang sama? 


3.  Hati senang, bikin badan seimbang

Hati saya senang karena mempunya hobi menulis dan blogwalking. Kegemaran tersebut dapat membuat tubuh sehat dan seimbang. Apalagi kalau menulis sesuatu yang saya sukai, maka akan membuat suasana hati menjadi lebih baik. Tapi perlu waspada dan hati-hati, jangan sampai stres karena deadline tulisan. Jika hal itu terjadi, maka bukan bahagia yang didapatkan dan bonus langsing, tapi tekanan yang membuat penyakit mudah datang. Sejak mengikuti tantangan untuk menulis setiap hari bersama Estrilook Comunity, awalnya berat dan sedikit stres, tetapi sekarang sudah mulai senang dan bahagia.  Seminggu telah berlalu, berat badan saya pun turun 2 kg. Keinginan untuk langsing sepertinya akan terwujud tanpa diet ketat, hanya menyalurkan hobi menulis dan blogwalking. hehe...


Sulit dipercaya atau sangat percaya? Seseorang yang hobi menulis dan blogwalking tentu bisa merasakan apa yang saya rasakan. Bukan langsing yang terpenting, tapi sehat dan bermanfaat. Semoga hobi tersebut bisa memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Ayo, semangat menulis. Dukung gerakan literasi agar cerdas dan berprestasi. Bismillah, semoga bisa meraih mimpi dan dalam ridho Ilahi.


'Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Comunity'
#Day 8





Tumbuhkan Gelora Literasi di Awal Tahun 2019: Menulis Kisah Menuai Berkah

Bismillah "Kegagalan itu tidak akan pernah ada kecuali Anda berhenti bergerak" (Mardigu W.P.) Setiap orang tentu memiliki...